Wednesday, October 22, 2014
   
Text Size

Pendaftaran Produk Makanan dan Minuman di Indonesia

Untuk melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang membahayakan kesehatan konsumen, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan keamanan pangan. Salah satunya adalah peraturan mengenai kewajiban pendaftaran produk pangan olahan seperti yang tercantum dalam PP No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Institusi pemerintah yang bertanggungjawab terhadap peredaran produk pangan olahan di seluruh Indonesia adalah Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM RI).

Pendaftaran Produk Impor

Kode nomor pendaftaran untuk produk makanan/ minuman impor di Indonesia adalah ML.

A. Syarat Pendaftaran

1. Surat penunjukkan dari pabrik asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).

2. Health Certificate atau Certificate of Free Sale dari instansi yang berwenang di Negara asal (surat asli ditunjukkan sedangkan yang fotokopi dilampirkan).

3. Hasil Analisa Laboratorium (asli) yang berhubungan dengan produk antara lain zat gizi (klaim gizi), zat yang diklaim sesuai dengan label, uji kimia, cemaran mikrobiologi dan cemaran logam. Keabsahan hasil analisa tersebut berlaku 6 bulan sejak tanggal pengujian.

4. Draft label sesuai dengan yang akan diedarkan dan contoh produk.

5. Formulir pendaftaran yang telah diisi dengan lengkap.

6. Jika syarat sudah lengkap, maka pendaftar harus melakukan pembayaran ke Bank BNI 46 dengan nomor rekening: 037.000.240799001 dengan biaya yang sudah ditetapkan sesuai dengan PP No. 17 tahun 2001 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan POM.

Terhadap semua formulir pendaftaran, dilakukan evaluasi yang keputusannya dapat berupa : ditolak, disetujui dengan syarat (penambahan data yang harus dilengkapi) atau disetujui. Keputusan diperoleh paling lambat 3 bulan.


B. Tata Cara Pendaftaran

1. Permohonan pendaftaran yang terdiri dari Formulir A, B, C, D, E yang diisi dengan benar dan lengkap oleh pabrik asal asli atau yang dilegalisir sesuai dengan pedoman dan dilengkapi dengan lampirannya pada masing-masing formulir.

2. Yang harus dilampirkan pada Formulir A

a. Sertifikat merk dari badan yang berweang bila ada.

b. Sertifikat kesehatan/Free Sale dari pemerintah Negara asal, asli atau copy yang dilegalisir.

c. Sertifikat bebas radiasi sesuai dengan Sk Menkes No. 00474/B/II/87 tentang menyertakan Sertifikat Kesehatan dan Bebas Radisi untuk makanan impor yang telah ditetapkan (susu dan hasil olahannya, buah & sayur segar atau terolah, ikan & hasil laut segar atau terolah, daging & produk daging, air mineral, sereal termasuk tepung, jagung dan barley).

d. Surat penunjukkan dari pabrik asal atau asli atau copy yang dilegalisir.

e. Draft/desain label dengan warna sesuai dengan rencana yang akan digunakan pada produk yang bersangkutan.

3. Yang harus dilampirkan di Formulir B :

a. Komposisi dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir.

b. Spesifikasi asal bahan baku dan BTM dari pabrik asal.

c. Sertifikat wadah dan tutup dari pabrik asal.

d. Standar yang digunakan pabrik asal.

e. Untuk produk suplemen makanan melampirkan uji kemasan dan pemerian bahan baku.

4. Yang dilampirkan di Fomulir C :

a. Proses produksi dari bahan baku sampai produk jadi.

5. Yang dilampirkan di Formulir D :

a. Sistem pengawasan mutu dari pabrik asal asli atau copy yang dilegalisir.

b. Hasil analisa produk akhir lengkap dan asli meliputi pemeriksaan fisika, kimia, BTM (sesuai dengan masing-masing jenis makanan), cemaran mikroba dan cemaran logam.

c. Apabila diperiksa oleh laboratorium sendiri, harus dilengkapi dengan metode dan prosedur analisa yang digunakan dengan melampirkan dasar peralatan laboratorium yang dimiliki.

d. Apabila dilakukan pemeriksaan di laboratorium pemerintah atau laboratorium yang sudah diakreditasi, agar menyebutkan metode yang digunakan.

6. Contoh makanan yang bersangkutan sebanyak 3 kemasan.

7. Selain yang dimaksud diatas bila dianggap perlu, pemohon dapat menyertakan dokumen lain yang dapat menunjang penilaian permohonan tersebut.

8. Semua dokumen permohonan harus dibuat dalam 3 rangkap.


ODS (One Day Service)

Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses permohonan pendaftaran dan proses penilaian, Subdit Evaluasi dan Pendaftaran Makanan & Minuman telah menerapkan sistem pelayanan dan penilaian cepat dan penerbitan persetujuan dalam 24 jam yang disebut ODS (One Day Service) bagi produk-produk makanan yang beresiko rendah, baik lokal maupun impor yang didaftarkan langsung ke Badan POM. Persyaratan produk yang berisiko rendah adalah makanan yang tidak langsung dimakan/dikonsumsi atau masih mengalami proses lebih lanjut, berkadar gula tinggi, aktivitas air (aw) rendah dibawah 0,85 berkemasan tinggi (pH dibawah 4,5).

Parameter Penilaian Produk ODS

1. Formulir A diisi oleh pemohon dengan benar dan lengkap sesuai pedoman.

2. Lampiran untuk produk Impor :

a. Surat penunjukkan importer dari pabrik Negara asal atau salinan yang dilegalisir oleh importer dengan menunjukkan aslinya.

b. Sertifikat Kesehatan/Free Sale asli atau salinan yang dilegalisir oleh importer dengan menunjukkan aslinya.

c. Contoh label asli dengan desain label sesuai dengan yang akan diedarkan di Indonesia.

d. Contoh produk sebanyak 3 kemasan.

3. Label

a. Desain label sesuai dengan produk yang diedarkan rangkap 3.

b. Pada bagian utama label minimal harus memuat : nama produk, berat bersih/ isi bersih/netto, nama dan alamat produsen/importer (minimal nama kota, kode pos dan atau lamat lengkap) dan nomor pendaftaran.

c. Keterangan lain pada label minimal memuat : komposisi bahan, golongan BTM, nama pemanis, pengawet, pewarna lengkap dengan indeks warna (apabila digunakan), masa kadaluarsa, kode produksi, tanggal produksi, keterangan lain yang diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan.

4. Kelengkapan pengisian Formulir B yang memuat : daftar dan jumlah bahan baku dan BTP yang digunakan, nama BTP dan kegunaannya, khusus untuk pewarna dengan Colour Index (CI), asal bahan baku dan BTP yang digunakan.

5. Kelengkapan pengisian Formulir C yang memuat cara pembutana dan skema proses produksi.

6. Kelengkapan pengisian Formulir D yang dilampiri dengan hasil analisa produksi akhir asli.

7. Waktu pendaftaran : Jam 09.00 – 13.00.


Untuk mengetahui peraturan yang lebih jelas dan detail, anda dipersilahkan untuk mengakses website resmi : www.pom.go.id , www.depkes.go.id atau menghubungi Atase Perdagangan - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur di nomer telp : 603-21434835.

Invest in Indonesia

Investment climate in Indonesia has been very interesting towards foreign investment accesses. Some benefits of investing in Indonesia are offered;   no value limitation on fiscal intensive facility,  the possibility for investors to have the whole investments in almost every sectors...more

2011 Trade Summary

The analysis data about Indonesia – Malaysia trade activity (import and export) below are based from Department of Statistics Malaysia with exchange trade kurs Ringgit Malaysia (RM) against US Dollar (US$) : 1 US$ = RM 3.5 for the trade periode of January to September 2011..more